MASUKAN DI SAAT MUSYAWARAH BERBUNTUT PENYERANGAN DAN MASALAH.

Cidaun,  Cianjur , SILIWANGINEWS.NET ==  Senin/09/09/2024.

Desa Cidamar melakukan rapat musyawarah khusus yang dilaksanakan di ruangan kepala Desa minggu, 08/09/2024 pada waktu sore hari dan rapat tersebut di hadiri oleh TPKAD dan BPD yang dipimpin langsung oleh PJS Desa Cidamar, dalam rapat tersebut membahas tentang Pembentukan TPK program Dana Desa (DD) tahap 2 (dua) dan 3 ( tiga) yg di agendakan akan segera di laksanakan.

Awal mula rapat tersebut berjalan dengan lancar sesuai dengan agenda yang direncanakan, tetapi di tengah berjalanya rapat tersebut salah seorang anggota BPD berinisial IP memberikan intrufsi atau masukan ke PJS supaya selektif dalam menjaring calon TPK dan memilih secara obyektif berdasar Track Record, Keaktipan dan Kompentensi, baik dari unsur lembaga desa ataupun dari unsur Rt dan Rw sebagai bagian dari Sumber Daya Manusia yang akan diberdayakan sebagai TPK agar terciptanya perwujudan harapan warga masyarakat dan terpulihkanya exspektasi atau kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintahan desa cidamar melalui program pembangunan fisik yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

Alih-alih dapat di terima oleh semua pihak malah ada seseorang dari anggota TPKAD yang yang berinisial AK tidak bisa menerima dan tidak mau mendengarkan penjelasan lebih lanjut dan walk out dari ruangan rapat sebelum masukan dari BPD selesai di utarakan.

Setelah walk Out seseorang berinisial AK tersebut pulang kerumahnya dan mengumpulkan Lembaga desa di rumahnya lantas di duga melakukan provokasi atau doktrin, sehingga ketika rapat masih berjalan skitar jam 17.50 WIB AK tersebut masuk lagi ke ruangan rapat lantas menyodorkan satu buah amplop surat ke PJS sambil berkata di tengah forum dengan keras ke IP “DI DAGOAN KU BARUDAK LEMBAGA DI ALUN – ALUN, BISI MAJARKEUN SIEUN” dengan logat sundanya (Di tunggu oleh anak-anak lembaga di alun-alun, agar tidak disangka penakut” setelah itu rapat terus berjalan dan tak lama selesai, lantas PJS bersama rekan personil rapat yang lainya menghampiri Lembaga yang katanya sudah menunggu di alun alun depan kantor desa dan benar adanya disana sudah ada  lima orang  yang menunggu sambil berteriak teriak di jalan penuh emosi dan gagah berani, bahkan ketika di ajak oleh PJS dan yang lainnya untuk ngobrol baik-baik di kantor desapun mereka menolak malah memanggil dan menantang saudara IP sambil terus berteriak-teriak padahal sedang adzan magrib, Lantas saudara IP datang menghampiri mereka.

Menurut keterangan dari para saksi dan keterangan langsung dari saudara IP,
“Setibanya di lokasi kerumunan, tanpa basa basi saudara IP disambut dengan pitingan ke leher oleh salah seorang lembaga desa berinisial (DE) yang sudah menunggu  lanjut disambut lagi dengan sebuah cekikan yang dilakukan oleh saudara (AK), tak cukup sampai disitu menerut keterangan disambut lagi dengan pitingan dan dorongan kasar dari salah satu ketua lembaga desa berinisial (AS) sambil berteriak-teriak,”ASUPKEUN KANA JERO MOBIL, URANG CULIK, URANG GEBUGAN DI LUAR” (Masukan ke dalam mobil, kita culik dan gebukin di luar) berkali kali IP melepaskan diri sambil berusaha mengklarifikasi tapi tidak di hiraukan dan malah mendapat pitingan lagi dan menyeret tubuh IP ke arah mobil sambil terus berteriak “Culik culik,asupken kana mobil, urang gebugan (culik-culik masukin ke mobil kita gebukin).

Pintu belakang sudah terbuka nampak sudah di persiapkan untuk menculik saudara IP, kejadian itu di saksikan oleh seluruh peserta rapat tadi sore dan warga sekitar yang hendak solat magrib ke Masid agung, bahkan beberapa wargapun sempat berupaya melerai namun oknum yang dipimpin oleh saudara (AK) yang notabene sebagai KAUR PEM di desa Cidamar makin menggila dan nampak makin menunjukan kegagah beranianya, alhasil merekapun membubarkan diri setelah diperintahkan oleh saudara (AK) untuk membubarkan diri.

Masih malam itu sekitar jam 19.00 WIB masyarakat yg melihat dan mendengar adanya penyerangan tersebut sekitar ± 70 orang berbondong-bondong mendatangi kantor desa, sehingga malam itu juga PJS memtasilitasi musyawarah klarifikasi yg di hadiri oleh BABINKAMTIBMAS, peserta tadi sore  dan lembaga desa yang ikut dalam penyerangan dan yang tidak ikut dalam insiden tadi sorepun hadir, yang di saksikan oleh warga masyarakat dan ahirnya mediasi itu berhasil, klarifikasi tersampaikan, kalimat “bohong” yang di gaungkan oleh saudara (AK) sebagai alat provokasi pun Terbantahan dan tidak di benarkan oleh keterangan para saksi
, setelah itu para pihak meminta maaf meski dari pihak yg telah melakukan penyerangan tak nampak merasa bersalah atas tindakan yang telah d lakukannya..
Tapi meski demikian di akhir acara mediasi klarifikasi para pihak bersalaman. Red

TTG , Tim CIDAUN

martika edison siliwanginews.net

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan