Dharma Putra : Kobarkan Semangat Pancasila dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

 

DRS DHARMA PUTRA SEKJEN KORPS MENWA INDONESIA PROV BALI

BALI, SILIWANGINEWS.NET ======

Menjelang delapan dasa warsa perjalanan bangsa Indonesia terus berlanjut dan menghadapi berbagai tantangan jaman. Selanjutnya, transformasi budaya terus menerus terjadi. Konsep idialisme, telah bertransformasi menjadi konsep pragmatisme. Konsep keiklasan telah bertransformasi menjadi konsep kepentingan. Begitu pula konsep setia kawan telah bestranformasi konsep menerima.

Menurut Komandan Korps Bela Negara Ugrasena Bali Drs Made Dharma Putra yang Sudah Purna Tugas dari Widyaiswara ,semua itu tampaknya terjadi, karena hati nurani Bangsa telah kalah melawan konsep dan nilai yang dibawa oleh arus globalisasi. Karena konsep globalisasi mengusung konsep kompetisi yang melahirkan konsep kapitalis,libralisme, Konsumerisme dan Matrialisme. Bangsa kita tampaknya belum siap menghadapi tantangan dan dampak globalisasi yang sangat dahsyat. Hal ini yang disebut sebagai perang non-fisik atau perang idiologis yang berlangsung dalam suasana soft war.

Dharma Putra yang juga Wakil Ketua III Gerakan Nasional Pembudayaan Pancasila- GNPP Provinai Bali, mengungkapkan pula, Bangsa Indonesia terlupa dengan jati diri yang memilkki Falsafat Pancasila.
Pancasila tidak dijalankan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu, Dharma Putra yang juga Sekjen Korps Menwa Indonesia Prov Bali, momentum bulan Bung Karno ini perlu adanya penyegaran dan dikobarkan semangat penerapan menjadikan Pancasila sebagai panduan hidup berbangsa, kita dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, serta menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dan damai.

Sementara Krisna Gunarta Ketua Korps Menwa Indonesia Kab Badung mengemukakan, bila ditengok peristiwa 12 tahun silam tepatnya 15 agustus 2013, di Monumen Perjuang Bangsal para tokoh masyarakat berkumpul mendeklarasikan terbentukanya Gerakan Nasional Pembudayaan Pancasila Provinsi Bali yang dikomandoi Drs I Made Gede Putra Wijaya, SH,M.Si.

Para Deklarator.
Alm.IB Kompyang( Ketua LVRI Bali). IR AA Nanik Suryani ( Ketua PD PPM Bali) Prof Windia ( Ketua DHD Angkatan 45 Prov Bali) Alm Gusti Nyoman Rai Susandi Sekretaris DHD 45 Prov Bali) Drs Made Outra Wijaya ( Ketua GNPP Rov Bsli) Dr w Winaja ( Sekretaris GNPP Bali) dan dr Bagus Ngurah Putu Arhana SoA.( K) Ketum MPB. Disaksikan Ketum DHN BPK Angkstan 45 Jendral TNI Pur Ki Tyasno Sudarto mantan Kasad. Serta sekitar 300 berbagai elemen masyarakat.

Krisna Gunarta yang berprofesi Notaris dalam kenangan bersama alm Prof Windia mengemukan: Gerakan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali kesadaran Bangsa Indonesia tentang eksistensi Falsafah dan Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia yakni Pancasila. Disamping itu adanya kesadaran untuk menerapkan falsafah Pancasila dalam pembangunan nasional dan kehidupan sehari hari.

Hingga saat ini GNPP Prov Bali yang tergabung dalam Gugus Kebangsaan, Prov Bali Langkah dalam ikut menjaga keutuhan Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) telah mencetak kader Bela Negara lebih dari 13.000 orang dari anak anak taman kanak-kanak sampai SMA. Disamping itu juga melaksanakan pembentangan bendera merah putih di berbagai tempat bukan saja di Bali juga di luar Bali oleh Team Ekspedisi Merah Putih Cinta Tanah Air. UMP.CTA yang dikukuhkan Ketua LVRI Bali.

Menurut Kepala Staf Menwa Ugraçena Bali dr Mumtazah Mardliyah,S.Ked. yang juga Humas Monumen Perjuangan Bangsal mengatakan, upaya itu dalam mengatasi tantangan bangsa yang semakin besar dalam memperkuat kesatuan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Oleh karena, belakangan ini ada yang mengungkit empat konsensus atau pilar kebangsaan Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI.

Dengan adanya itu, justru dapat dijadikan momentum membangun kesadaran publik dalam membela bangsa dan negara.

Pemahaman itu dapat ditujukan kepada generasi milineal atau generasi baru Indonesia yang tidak merasakan langsung bagaimana perjuangan para pahlawan yang membela negeri dengan tetesan darah. Untuk itu, pentingnya pendidikan karakater bangsa dalam mendukung cita-cita bangsa sumber daya manusia (SDM) Indonesia maju.

Menurut dokter Mumtazah Semboyan “Memperkokoh Ideologi Pancasila, Menuju Indonesia Raya” dapat menjadi inspirasi bagi semua untuk terus memperkuat dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

 

Bersama Wakil Gubernur Bali Giri Prasta pada Pembukaan Bulan Bung Karno di Taman Budaya Denpasar

( Krisna Andika Mahasiswa S2 Prodi Kajian Budaya Unud.& Stafsus Humas MPB)

 

 

Martika Edison siliwanginews.net

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan