Kota Bandung – siliwanginews.net

Himpunan Perawat Pencegah dan Pengendali Infeksi Indonesia (HIPPII) Wilayah Jawa Barat sukses menyelenggarakan Workshop ilmiah bertajuk “Tuberculosis Infection and Prevention Control: Why We Need a Whole System Approach” yang berlangsung di Hotel Harris & Convention Center Bandung, Sabtu (19/7/2025).

Kegiatan ini menjadi ajang strategis dan kolaboratif yang mempertemukan para Perawat Pencegah dan Pengendali Infeksi (IPCN), tenaga medis, pakar lintas disiplin, serta pemangku kebijakan untuk membahas langkah konkret dalam pengendalian infeksi tuberkulosis (TB) di Indonesia.

 

Ketua Pengurus Pusat HIPPII, Dr. Elis Puji Utami, S.Kep., Ners., MPH, FISQua, CHRA, membuka acara secara resmi dan dalam sambutannya menekankan bahwa TB telah kembali menjadi ancaman serius di tingkat global, termasuk di Indonesia yang menjadi salah satu negara dengan beban TB tertinggi di dunia.

“Penanggulangan TB tidak bisa dilakukan secara terpisah-pisah. Kita memerlukan pendekatan sistem yang utuh—dari kebijakan, regulasi, sumber daya manusia, infrastruktur, hingga budaya kerja yang menjamin keselamatan pasien dan tenaga kesehatan,” ujar Dr. Elis dengan tegas.

Workshop ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain:

dr. Raden Vini Adiani Dewi – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat

Prof. Dr. Rumahorbo, S.Kp, M.Epid – Sekretaris Majelis Dewan Kehormatan DPW PPNI Jawa Barat

Ners Jajang Jamaludin, S.Kep, FISQua – Ketua PW HIPPII Jawa Barat

Para narasumber nasional yang hadir dan berbagi keahlian meliputi:

Prof. Dr. dr. Arto Yuwono, SpPD-KP, FCCP, FINASIM

Ir. Adi Utomo Hatmoko, Ar. Ir. M.Arch, IAI, AA, MH.Eng

Dr. Ridha Wahyu Utomo, M.Arch, CHRA, SpMK, FISQua

Berbagai materi penting disampaikan, mulai dari konsep desain rumah sakit ramah pengendalian infeksi, manajemen klinis TB, hingga strategi implementasi PPI di fasilitas layanan kesehatan.

Workshop ini bukan hanya menjadi forum berbagi pengetahuan, tetapi juga ajang membangun jejaring antarinstansi dan menyusun langkah-langkah praktis di lapangan.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih aman, bermutu, dan responsif terhadap penyakit menular. Bersama HIPPII, mari kita wujudkan Indonesia yang bebas TB dengan pendekatan yang menyeluruh dan berkelanjutan,” tutup Dr. Elis.

Hilman R

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan