Memperingati Hari Anak Nasional: Membangun Generasi Tangguh dan Cinta Tanah Air.
DENPASAR, BALI , SILIWANGI NEWS===. Setiap tanggal 23 Juli, bangsa Indonesia memperingati Hari Anak Nasional (HAN) sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hak-hak anak serta perlindungan mereka dari berbagai bentuk kekerasan. Peringatan HAN tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kepedulian dan keterlibatan masyarakat dalam menjamin hak anak untuk hidup, tumbuh, dan berkembang secara optimal.
Tahun ini, peringatan HAN memiliki relevansi yang kuat dengan pelaksanaan Kegiatan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) yang akan diselenggarakan oleh Korps Menwa Ugrasena Bali, didukung oleh Gugus Kebangsaan Provinsi Bali—yang terdiri dari DHD Angkatan 45 Bali, Monumen Perjuangan Bangsal, PPM Bali, KMI Bali, dan GNPP Bali. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada awal Agustus mendatang.
PPBN merupakan bagian dari rangkaian kegiatan memperingati sejumlah momen bersejarah, seperti 80 tahun Puncak Pertemuan Rahasia Gerakan Bawah Tanah Perang Kemerdekaan RI 16 Agustus 1945, HUT ke-80 Proklamasi RI, HUT Menwa Ugrasena, dan HUT At News.
Melalui kegiatan PPBN, diharapkan nilai-nilai patriotisme dan semangat cinta tanah air dapat ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang akan memegang tongkat estafet perjuangan di masa depan. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pembinaan karakter kebangsaan tidak hanya penting bagi generasi muda di tingkat menengah atas, tetapi juga bagi anak-anak di usia dini.
Korps Menwa Ugrasena Bali bersama Gugus Kebangsaan Provinsi Bali telah secara aktif menyelenggarakan PPBN sejak tahun 2015. Hingga kini, sekitar 50 persen peserta PPBN berasal dari kalangan anak-anak TK, dari total keseluruhan peserta yang mencapai 13.000 orang, mencakup jenjang pendidikan dari TK hingga SMA/SMK.
Kegiatan ini dikemas secara menarik dan edukatif, mencakup:
Pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 100 meter,
Ziarah ke makam pahlawan Pancaka Tirta, TPB Margarana dan Monumen Munduk Malang.
Dukungan penuh dari Gugus Kebangsaan Provinsi Bali menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini.
Sebagaimana ditegaskan oleh Bagus Ngurah Rai, Ketua DHD Angkatan 45 sekaligus Ketua Pelaksanaan MPB:
“Setiap anak adalah anugerah yang berharga, penuh harapan dan potensi untuk masa depan yang cerah. Anak-anak adalah tunas harapan bangsa, mari kita dukung mereka untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.”
Mari jadikan Hari Anak Nasional sebagai momentum untuk semakin meningkatkan kesadaran kita terhadap pentingnya pemenuhan hak-hak anak, sekaligus menguatkan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung bagi tumbuh kembang anak.
Selamat Hari Anak Nasional!
Semoga setiap anak Indonesia dapat mengekspresikan diri dengan bebas, kreatif, dan penuh semangat demi masa depan bangsa yang gemilang.
Krisna Andika, Mahasiswa S2 di Prodi Kajian Budaya Universitas Udayana/ HUMAS MPB