Serba Serbi Dokter Pertandingan Kejuaraan Dunia Tapak Suci 2025.
Malang, Siliwangi News ======= Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah menggelar Kejuaraan Dunia Ke-II Tapak Suci yang dilaksanakan pada 30 Juli hingga 3 Agustus 2025 bertempat di Universitas Brawijaya, Malang.
Kejuaraan ini mengusung tema “Melalui Kejuaraan Dunia Tapak Suci, Kita Songsong Milad ke-62 dan Dengan Semangat Melestarikan Tradisi Menuju Prestasi yang Mendunia.”
Kejuaraan Dunia ini diikuti oleh 763 atlet dari 27 Pimwil (Provinsi) dan 24 Perwil (Negara) dari seluruh dunia diantaranya Singapura, Timor Leste, Taiwan, Belanda, Palestina, Kazaktan, Uzbekistan, Pakistan, Algeria, Syria, Nigeria, dan masih banyak lagi. Kejuaraan ini bertujuan untuk membangkitkan prestasi, mempererat silaturahim keluarga besar Tapak Suci Putera Muhammadiyah di seluruh penjuru dunia, serta media dakwah amar makruf nahi mungkar.
Acara bersejarah tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI), Abdul Mu’ti, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, dan Ketua Umum Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Afnan Hadikusumo.
Selain aparatur pertandingan, salah satu komponen penting yang tidak bisa dipisahkan yakni dokter pertandingan. Dokter dalam pertandingan pencak silat memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan atlet.
Dokter beserta timnya bertugas menangani cedera yang mungkin terjadi selama pertandingan, memastikan atlet dalam kondisi fit untuk bertanding, dan memberikan pertolongan pertama jika diperlukan.
Selama persiapan kejuaraan, drg. Miftakhul Cahyati, Sp.PM mengkoordinir asuransi kesehatan bagi atlet luar negeri, sementara dr. Mumtazah Mardliyah mengurus kerjasama BPJSTK dengan rumah sakit rujukan yakni RSI Aisyiyah Malang dan sebagai koordinator lapangan hingga turun langsung sebagai dokter pertandingan.
dr. Mumtazah yang merupakan alumni Universitas Udayana, melaporkan persiapan tim kesehatan kepada Mayjen TNI Dr. dr. Yenny Purnama, Sp. A(K)., M.Kes., M.A.R.S., S.H., M.H., P.Ua yang pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI yang berkesempatan hadir pada acara pembukaan meski disela-sela kesibukannya sebagai seorang jenderal TNI.
dr. Mumtazah Mardliyah selaku koordinator lapangan menyampaikan lika-liku dokter dalam pertandingan pencak silat meliputi tantangan seperti cedera yang beragam, tekanan waktu, dan kebutuhan untuk membuat keputusan cepat dan tepat. Sebab keputusan dokter bersifat mutlak dan dapat mempengaruhi kemenangan.
dr. Mumtazah yang juga seorang wasit juri pencak silat menegaskan dokter memikul tanggung jawab besar terhadap keselamatan dan kesehatan atlet, yang menuntut kehati-hatian dan profesionalisme. “Mohon berhati-hati ketika menentukan kondisi atlet. Keputusan dokter jangan sampai terkontaminasi dengan ekspresi atlet yang nampak kesakitan berlebihan maupun riuhnya suara supporter ketika memeriksa atlet di tengah gelanggang”, hal tersebut sering diingatkan kepada para dokter dan tim medis lainnya bila tiba waktunya bergantian shift jaga.
Kejuaraan Dunia ini diawali dengan Kejuaraan Nasional “Tapak Suci Student National Championship 2025” memperebutkan Piala Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia yang diikuti oleh 1.046 atlet yang diselenggarakan pada 27-29 Juli 2025 di tempat yang sama. Tak ketinggalan, dr. Mumtazah dari Pimwil Tapak Suci Bali berperan sebagai wasit pada kejuaraan tersebut.
IBU DR. Mumtazah Bersama Kapuskes TNI Mayjen TNI Dr. dr. Yenny Purnama, Sp.A (K)., M.Kes., MARS., M.H. P.Ua.
Tim Humas
Martika Edison SILIWANGI NEWS