Peringati 80 Tahun Pertemuan Bawah Tanah MPB dirangkai Pelantikan DHD 45 dan GNPP Bali
MANGUPURA, SILIWANGI NEWS.NET ===-Dewan Pimpinan Daerah Legiun Veteran Republik Indonesia (DPD LVRI) Bali melakukan peringatan 80 tahun atau Delapan Dasa Warsa puncak Pertemuan Rahasia Bawah Tanah Perang Kemerdekaan 16 Agustus 1945 di Monumen Perjuangan Bangsal (MPB), Badung, Sabtu (16/8/2025).
Ketua DPD LVRI Bali, I Gusti Bagus Saputera yang hadir dalam peringatan tersebut menyampaikan perjuangan yang dilakukan di monumen tersebut.
Sebanyak 30 tokoh perjuangan termasuk Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai hadir dalam pertemuan untuk mengatur strategi untuk melawan tentara Jepang kala itu.
Selain itu, tempat yang kini bernama Monumen Perjuangan Bangsal itu merupakan tonggak sejarah tidak hanya sebagai tempat mengatur strategi juga menjadi gudang logistik.
Meski diusia 95 tahun lebih, Bagus Saputera masih memiliki memori yang kuat untuk menceritakan aksi aksi heroik para pejuang dalam melawan penjajah.
Ia pun mengajak generasi selanjutnya untuk mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif. Bahkan meminta Agara generasi muda tidak terlibat dalam Judol dan juga pinjol.
Tidak hanya itu, para generasi muda untuk mengisi waktu dengan hal hal positif menuju Indonesia emas pada tahun 2045 mendatang.
Pelantikan Pengurus DHD 45 Bali dan GNPP Bali.
Peringatan 80 tahun pertemuan rahasia bawah tanah juga dirangkai dengan pelantikan Jajaran Pengurus Dewan Harian Daerah Badan Pembudayaan Kejuangan atau DHD 45 dan juga pengurus Gerakan Nasionalis Pembudayaan Pancasila (GNPP) Bali untuk periode 2025-2030.
Hadir pada kesempatan itu, Sekjen Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Bali; Dewa Mahendra, Mantan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Ketua MPB dr. Bagus Ngurah Puru Arhana serta undangan lainnya.
Ketua DHD 45 Periode 2025-2020 dijabat oleh Bagus Ngurah Rai yang dilantik oleh Sekjen DHN 45, Brigen TNI (Purn) Mas’um Amin.
Sekjen Mas’um Amin mengatakan, sejarah telah mencatat, bahwa masyarakat di Bali adalah masyarakat yang egaliter, yang tak pernah tunduk kepada pemaksaan kehendak dan penjajahan.
“Peristiwa dan Gerakan Perjuangan Bawah Tanah yang berada di Bangsal, sampai Perang Puputan Margarana adalah Peristiwa yang merefleksikan nilai-nilai kejuangan dalam meraih dan kemerdekaan Indonesia, dan saksi sejarah perjuangan rakyat Jakarta atas solidaritas dan dukungan rakyat dalam mencapai Kemerdekaan Indonesia, yang seterusnya terbukti, Diproklamirkan tanggal 17-8-1945,” jelasnya.
Selanjutnya dijelaskan, DHN45 bukan lah Ormas, melainkan adalah sebuah Organisasi kekuatan moral (Moral Forces), kekuatan pembangunan Bangsa yang pada awalnya berdirinya bernama Organisasi Angkatan 45.
Oleh karena kebutuhan Bangsa, kemudian dikukuhkan oleh Presiden Soekarno dengan Kepres No. 63/1965, tentang Garis Baru Angkatan 45. Dalam perjalanan waktunya, Organisasi Angkatan 45 ini juga telah berkali-kali berobah nama sesuai dengan kemajuan zaman-nya, dan sekarang bernama DHN45 atau Badan Pembudayaan Kejuangan 45.
Dan dalam perkembangan jalannya Organisasi ini selanjutnya, pada tahun 1984 disahkan AD/ART-nya dengan Kepres No. 50/1984, yang ditandatangani oleh Presiden Suharto.
Sementara itu, dalam sambutannya Bagus Ngurah Rai siap menjalankan tugas serta melanjutkan apa yang telah dilakukan oleh Ketua DHD 45 kala masa dijabat (alm) Prof. I Wayan Windia.
“Ketua sebelumnya dijabat oleh (alm) Prof Windia, kini kami yang dipercaya untuk melanjutkannya,’ kata Bagus Ngurah Rai.
Lebih lanjut dijelaskan, perjuangan DHD sebelumnya telah banyak melakukan pendidikan pendahuluan bela negara, baik di perguruan tinggi maupun di tingkat pelajar, bahkan juga di mulai dari PAUD. (*)
Martika Edison SILIWANGI NEWS