Semarakkan HUT RI Ke-80, RSUD Padangan Gelar Berbagai Perlombaan
Padangan Bojonegoro, SILIWANGI NEWS == Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, RSUD Padangan Bojonegoro menyelenggarakan berbagai perlombaan. Direktur RSUD Padangan, dr. Whenny Dyah Prajanti menyampaikan perlombaan yang digelar tidak hanya menjadi ajang untuk memeriahkan HUT RI, tetapi juga diharapkan mampu mempererat tali silaturahmi antar pegawai dan memperkuat rasa nasionalisme. (16/8/25)
Dengan semangat kebersamaan, seluruh peserta mengikuti berbagai jenis lomba dengan antusias. “Lomba ini bukan sekedar hiburan, tetapi juga sebagai bentuk edukasi yang mengajarkan nilai-nilai persatuan, kerja sama, dan semangat juang yang menjadi esensi dari peringatan kemerdekaan”, ungkapnya
Ia mengingatkan bahwa RSUD Padangan baru saja memperingati HUT yang ke-18 pada 19 Juli lalu. Dan pada 5 Agustus lalu juga menerima kunjungan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, bersama Direktur Jenderal (Dirjen) Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Azhar Jaya sekaligus meresmikan fasilitas Katarak Center.
“Tentunya ini menjadi penyemangat bagi kita agar RSUD Padangan dapat terus memberikan pelayanan yang terbaik”, harapnya.
Sementara itu, Kasie Pelayanan Medis, dr. Rury Dewi menambahkan bahwa setelah kunjungan tersebut, RSUD Padangan ditargetkan naik kelas menjadi Rumah Sakit Kelas B. “Jadi Kami berupaya melengkapi kebutuhan SDM termasuk ketersediaan dokter spesialis, perawat dan lainnya agar target peningkatan status rumah sakit dapat tercapai”, tuturnya.
Sesaat sebelum memulai perlombaan, dr. Mumtazah Mardliyah, salah satu dokter yang berasal dari Pulau Dewata Bali merupakan bagian dari manajemen Monumen Perjuangan Bangsal (MPB), menyerahkan Buku “Bangsal Dalam Kenangan Revolusi” dan Buku “Merangkai Jejak Perjalanan Menwa Ugracena” kepada Direktur RSUD Padangan. Ia mengatakan saat ini (16 Agustus 2025) bertepatan dengan Peringatan HUT Monumen Perjuangan Bangsal Dalam Mengenang 8 Abad Puncak Pertemuan Gerakan Rahasia Bawah Tanah Perang Kemerdekaan RI di Bali.
Menurutnya, generasi muda tidak boleh melupakan sejarah karena pemahaman sejarah memiliki dampak besar terhadap pembangunan bangsa ke depan.
(MM)