Kota Bandung – Siliwanginews.net
Dalam upaya memperkuat budaya keselamatan kerja dan pengendalian infeksi di fasilitas layanan kesehatan, isu keselamatan tenaga medis kembali menjadi sorotan utama. Salah satu risiko serius yang masih kerap terjadi di lapangan adalah tertusuk jarum suntik (needle stick injury), yang berpotensi menularkan penyakit menular berbahaya, termasuk Mycobacterium tuberculosis.Di Hotel Harris dan Convention center (19/7/2015).
Sejalan dengan rekomendasi WHO dan CDC, penggunaan alat suntik berfitur keselamatan atau Safety Engineered Devices menjadi intervensi strategis dalam mencegah insiden tersebut. Salah satu produk yang mulai diadopsi secara luas oleh berbagai fasilitas layanan kesehatan adalah OneJect – Safety Syringe.
OneJect hadir sebagai solusi inovatif untuk mendukung implementasi Infection Prevention and Control (IPC) di lapangan. Dirancang dengan teknologi pengamanan otomatis, alat ini mampu:
Mencegah tertusuk jarum pasca pemakaian berkat sistem auto-disable,
Mengurangi risiko kontaminasi silang antar pasien,
Mendukung efisiensi prosedur medis melalui desain ergonomis dan siap pakai, tanpa perakitan ulang,
Kompatibel dengan berbagai standar pelayanan medis, baik di layanan primer maupun rujukan.
Dalam pelaksanaan program skrining dan terapi TB, penggunaan OneJect menjadi langkah transformasional yang tidak hanya melindungi pasien, tetapi juga memastikan keselamatan tenaga kesehatan, khususnya perawat dan tenaga pelaksana di garda terdepan.
“Dengan adopsi alat seperti OneJect, kita tidak hanya berbicara soal teknologi, tetapi juga perubahan kultur keselamatan di fasilitas kesehatan. Ini adalah bentuk nyata dari komitmen bersama untuk mewujudkan sistem pelayanan yang lebih aman, bermutu, dan berkesinambungan,” ujar Dr. Elis Puji Utami, S.Kep., Ners., MPH, FISQua, CHRA, Ketua Pengurus Pusat Himpunan Perawat Pencegah dan Pengendali Infeksi Indonesia (HIPPII).
Melis S Sales Manajer PT.Oneject Indonesia menerangkan keberadaan
alat suntik safety dari PT OneJect Indonesia merupakan bukti bahwa inovasi sederhana namun strategis dapat berkontribusi besar dalam pengendalian penyakit menular seperti TB, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi para tenaga kesehatan.
Lindungi yang merawat. Satu jarum aman, sejuta langkah pencegahan.
Bersama inovasi, kita wujudkan Indonesia bebas TB dan layanan kesehatan yang lebih aman.
Hilman R