Kota Bandung – siliwanginews.net

Gedung Merdeka, yang sarat nilai historis dan nasionalisme, kembali menjadi saksi semangat perjuangan pemuda Indonesia. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menggelar Kongres Kedaulatan Bangsa XXII di Jalan Asia Afrika, Bandung(15/7/2025), sebagai wujud perlawanan terhadap bentuk penjajahan gaya baru yang mengancam kedaulatan bangsa.

Dengan mengusung tema “Bersatu Melawan Penjajahan Gaya Baru”, Kongres ini menjadi ajang konsolidasi nasional kader-kader GMNI dari seluruh Indonesia untuk merumuskan arah perjuangan bangsa di tengah tantangan globalisasi, neoliberalisme, dan ketimpangan sosial yang semakin nyata.

Acara pembukaan berlangsung megah dan semarak. Sejumlah penampilan budaya menambah semangat nasionalisme dalam suasana Kongres. Mojang Jajaka Cimahi 2024 hadir sebagai duta budaya yang menyambut tamu undangan. Atraksi penuh semangat juga ditampilkan oleh Pasukan Pengibar Bendera SMP Negeri 5 Bandung, yang berhasil menyuguhkan prosesi pengibaran dengan penuh khidmat.

Rampak Kendang dari Ranjani Production menggema di Gedung Merdeka, memadukan kekuatan bunyi tradisional dengan semangat perjuangan rakyat. Tari Jaipong dari siswa-siswi SMA Laboratorium Percontohan UPI Cibiru Bandung pun menggugah semangat kebudayaan sebagai kekuatan perlawanan kultural. Sementara itu, Paduan Suara dari SMA Kartika XIX-1 Bandung menyanyikan lagu-lagu kebangsaan dan perjuangan yang menggetarkan semangat para peserta.

Acara juga dihangatkan oleh penampilan spesial dari Bung Yoel Ulimpa, tokoh muda inspiratif yang dikenal dengan orasi-orasi perjuangan dan pemikiran progresifnya.

 

Ketua Banda Pekerja Kongres GMNI XXII, M. Rawa Tamba, dalam laporannya menyampaikan bahwa kongres ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk merumuskan arah gerakan mahasiswa dalam membela rakyat, bangsa, dan negara dari berbagai bentuk eksploitasi baru.

Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP GMNI, Imanuel Cahyadi, menegaskan pentingnya keberanian generasi muda dalam menghadapi kolonialisme gaya baru. Ia menyoroti dominasi ekonomi asing, eksploitasi sumber daya alam, serta ketimpangan sosial yang masih mencekik rakyat. “Hari ini kita berkumpul di kota kelahiran Marhaenisme untuk melanjutkan api perjuangan Bung Karno. Lawan imperialisme modern dalam segala bentuknya!” tegasnya.

Suasana semakin khidmat saat tokoh alumni GMNI, Suko Sudarso, memberikan refleksi perjuangan. Ia mengingatkan agar GMNI tetap menjadi rumah ideologis yang konsisten memperjuangkan kedaulatan bangsa dan keadilan sosial.

Kehadiran Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Buky Wibawa Karya Guna, menambah legitimasi dan dukungan terhadap gerakan mahasiswa. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas komitmen GMNI dalam mengawal cita-cita kemerdekaan serta kontribusi kader-kader GMNI dalam dinamika politik dan sosial bangsa.

Kongres GMNI XXII ini tidak hanya menjadi ajang musyawarah, tetapi juga panggung perlawanan intelektual, ideologis, dan kultural terhadap bentuk penjajahan baru yang terus mengancam Indonesia. Dari Bandung, suara perlawanan itu dikumandangkan kembali — melintasi sejarah, menyatu dalam semangat kebangsaan, dan menggema ke seluruh penjuru nusantara.

“Bergerak, Berkarya, dan Berjuang Bersama Rakyat!”

Hilman R

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan