95 Tahun,Veteran tertua Gusti Bagus Saputera,Siap Kirab Heroik di CFD Jakarta.
Badung, Bali , Siliwangi News ====. Gusti Bagus Saputera, Ketua Mada LVRI Bali, sebagai veteran tertua yang berusia 95 tahun, beserta rombongan DHD Angkatan 45 Provinsi Bali hari ini ke Jakarta ikut dalam kirab heroik di Car Free Day (CFD) Jakarta pada 10 Agustus 2025 dalam rangka memperingati Hari Veteran Nasional. Ia merupakan mata-mata dalam Peristiwa Pendaratan Pasukan Gajah Merah NICA di Sanur pada 1946 atau dikenal dengan sebutan Perang Puputan Margarana. Berkat keberaniannya itu, Presiden Soekarno memberinya tanda jasa pahlawan pada 1958. Kementerian Pertahanan (Kemenhan) juga telah menganugerahkan Gelar Kehormatan Veteran Pejuang Kemerdekaan kepadanya pada 2008.
*Sejarah Veteran dan Pembentukan LVRI*
Veteran adalah mereka yang telah berjuang dan berkorban untuk kemerdekaan dan kedaulatan negara. Sejarah veteran di Indonesia dimulai sejak masa penjajahan Belanda dan Jepang, di mana banyak rakyat Indonesia yang bergabung dalam perjuangan kemerdekaan. Setelah kemerdekaan, pemerintah Indonesia memberikan penghargaan dan pengakuan kepada para veteran yang telah berjuang untuk negara.
Pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, pemerintah membentuk Badan yang menangani urusan veteran, yaitu Menteri Urusan Veteran. Pembentukan ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap para veteran yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Selanjutnya, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dibentuk untuk menghimpun dan memberikan perlindungan kepada para veteran.
Saat ini, jumlah veteran di Indonesia masih cukup banyak, meskipun jumlahnya terus menurun seiring waktu. Berdasarkan data terbaru, terdapat sekitar 138.000 veteran yang masih hidup dan terdaftar sebagai anggota LVRI. Mereka terdiri dari berbagai kategori, termasuk:
. Mereka yang berjuang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia sebelum 1949.
Veteran Trikora: Mereka yang berjuang dalam Operasi Trikora untuk membebaskan Papua Barat dari Belanda pada 1961-1962.
Veteran Dwikora: Mereka yang berjuang dalam Konfrontasi dengan Malaysia pada 1963-1966.
*Kirab untuk Meningkatkan Kesadaran Publik*
Kirab ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik tentang nilai perjuangan veteran dalam merebut kemerdekaan Indonesia dan menyuarakan kesejahteraan veteran kepada pemerintah. Kirab ini memiliki tujuan mulia, yaitu:
Meningkatkan Kesadaran Publik: Mengenai peran dan kontribusi veteran dalam sejarah Indonesia
Mengingatkan Generasi Muda: Tentang nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan veteran
Menyuarakan Kesejahteraan Veteran: Kepada pemerintah untuk memperhatikan kebutuhan veteran.
*Rangkaian Acara Kirab*
Kirab ini akan dimeriahkan dengan beberapa rangkaian acara, seperti:
– *Penampilan Drumband*: Dari Sekolah Tinggi Ilmu Intelijen (STIN)
– *Iring-iringan Veteran*: Pejuang Kemerdekaan RI (PKRI), veteran Trikora, veteran Dwikora, Persatuan Istri Veteran Republik Indonesia, Pemuda Panca Marga (PPM), pramuka, dan resimen mahasiswa (menwa)
*Partisipasi Veteran Tertua*
Gusti Bagus Saputera, 95 tahun, akan didampingi oleh Komang Sastra dari Biro Kesra Setda Prov Bali, Pengurus DHD Angkatan 45 Prov Bali, masing-masing Ketua Bagus Ngurah Rai yang juga Ketua Manajemen Monumen Perjuangan Bangsal (MPB), Made Gde Putra Wijaya Wakil Ketua, Putu Krisna Adi Gunarna Kabag Hankam, dan Krisna Andika Staf Humas MPB.
*Harapan untuk Pemerintah*
LVRI juga akan menjadikan momentum peringatan Hari Veteran untuk menyuarakan pentingnya pemerintah lebih memperhatikan veteran, terutama kesejahteraan veteran. Saat ini, masih banyak veteran yang hidup jauh dari berkecukupan, dengan tunjangan hanya Rp 1.813.000 per bulan. Diharapkan pemerintah lebih menaruh perhatian dan memberi dukungan nyata kepada para veteran.
*Dihimpun Oleh : Bagus Ngurah Rai Ketua DHD 45 Bali, Ketua Pelaksana Monumen Perjuangan Bangsal*